Salahsatu bukti cinta Hafshah kepada Nabi terdapat pada hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Saad dalarn Thabaqta-nya tentang istri-istri Nabi yang berkumpul menjelang beliau wafat. akan tetapi pahalanya diberikan kepada orang yang berpuasa tanpa ada perhitungan. Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada kita untuk meraihnya. Amin
SidangJum'at rahimakumullah, Pada kesempatan jum'at yang berbahagia ini, khotib berwasiat, marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan jalan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala yang dilarang. Mari kita curahkan segenap daya dan upaya kita untuk melaksanakannya!
Malangnyakita umat Islam hari ini telah lalai dari tanggungjawab yang diamanahkan ALLAH Allah SWT kepada kita untuk menyampai dakwah Islam kepada mereka yang belum terima Hidayah lagi. C 102 Berpuasa tapi bersugilah C 85 Bukti Cinta Sejati Rasulullah Pada Umatnya; C 84 SEPULUH Perkara Mematikan Hati; C 83 Keunikan Allah Mencipta Malam
4isaD10. JAKARTA — Sunah dalam definisi yang lebih universal dan lengkap dapat diartikan dengan keseluruhan pola, tata cara, dan gaya hidup Rasulullah SAW. Setiap Muslim harus mengikuti seluruh gaya hidup Rasul mereka, sebagai bukti kecintaan mereka kepada Allah. Seperti firman Allah SWT, "Katakanlah, jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikuti aku. Niscaya, kamu akan dicintai Allah dan diampuni dosa-dosamu." QS Ali Imran [3] 31. Menjalankan sunah diartikan sebagai bukti kecintaan kepada Allah. Lantas, bagaimanakah posisi orang yang meremehkan sunah lalu enggan melakukannya? Bukankah artinya mereka itu tidak cinta kepada Allah? Lalu, masihkah bisa digolongkan kepada orang-orang beriman, mereka yang tidak cinta kepada Allah? Taat kepada Rasul dengan menjalankan seluruh sunahnya adalah bukti ketaatan kepada Allah. Artinya, bukti kepatuhan seorang Muslim kepada Allah adalah dengan patuh menjalankan sunah-sunah Rasul-Nya. Allah SWT berfirman, "Siapa yang menaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menaati Allah," QS an-Nisa'[4]80. Mereka yang setia memelihara sunah-sunah Rasul itulah yang sebenar-benarnya orang beriman. Merekalah itulah golongan Rasulullah yang bersama-sama akan memasuki surga. Sebagaimana firman Allah, "Dan siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itulah yang akan bersama-sama dengan orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah sebaik-baiknya teman." QS an-Nisa'[4]69. Tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk mengabaikan sunah nabi. Meremehkan dan meninggalkan sunah bisa menjadi ancaman tidak mencintai Allah dan Rasul-Nya. Menyadari sebuah sunah, tapi enggan melakukannya bisa juga terancam tidak termasuk kepada golongan Rasulullah dan orang saleh. Kendati didefinisikan tidak berdosa jika ditinggalkan, apa spesialnya ibadah seseorang jika hanya melakukan yang wajib saja. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan, "Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada Ku dengan amalan-amalan sunah, sehingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya maka Aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku akan menjadi penglihatannya yang ia pergunakan untuk melihat, Aku akan menjadi langkah kakinya yang dengannya ia beraktivitas. Apabila ia berdoa pasti Ku kabulkan. Apabila ia memohon pertolongan pasti Ku tolong.” HR Bukhari. Begitulah seorang Muslim mendapatkan kecintaan Allah dengan cara menghidupkan amalan-amalan sunah. Kecintaan Allah tidak akan datang begitu saja tanpa ada usaha dari hamba-Nya. Jika ingin dicintai Allah, tentu harus ada upaya dan perjuangan yang ditampakkan. Bagaimana mungkin seseorang bisa dikatakan cinta Allah dan masuk ke dalam golongan Rasul-Nya jika ia tidak peduli dengan sunah-sunah Rasul-Nya. sumber Dialog Jumat Republika
﷽TS = Tidak setuju terhadap pernyataan S = setuju terhadap pernyataan TT = Tidak tahu terhadap pernyataan 1. berpuasa bukti cinta kita terhadap Allah SWT S { Dikarenakan puasa merupakan kewajiban seorang muslim yang beriman dan merupakan salah satu rukun islam , orang yang berpuasa kepada Allah SWT merupakan tanda bukti bahwasanya ketakwaan atau cinta kita terhadap Allah SWT } 2. Kita berpuasa karena takut kepada orang tua TS { Orang melakukan beribadah sepatutnya hanya alasan karena Allah SWT karena apa ? puasa merupakan kewajiban kita yang beriman kepada Allah SWT dan dilaksanakan dengan kesadaran tanpa suatu paksaan terutama alasan karena manusia . Manusia hanyalah ciptaan Tuhan dan sepatutnya kita hanya takut terhadap sang penguasa semesta alam dan pencipta kita yakni Allah SWT saja } 3. saya berpuasa supaya diberi jajan orang tua TS { orang yang berpuasa merupakan orang yang sadar bahwasanya memiliki kewajiban daripada orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan menyempurnakan keimanannya tersebut sepatutnya berpuasa semata-mata karena mengharap ridho Allah subhanahu wa ta'ala saja jika kita mengharap imbalan kepada manusia Maka manusia tidak semua dapat mewujudkan keinginan daripada imbalan yang kita harapkan akan tetapi apabila kita melaksanakan dengan imbalan oleh Allah maka Allah akan selalu memberikan kebahagiaan dan juga harapan atau imbalan tersebut Insyaallah akan dikabulkan oleh Allah SWT } 4. selain perintah Allah saya berpuasa supaya sehat S , berpuasa selain daripada mengharap ridho Allah juga menyempurnakan keimanan seseorang tetapi berpuasa itu dapat menyehatkan badan karena dapat terhindar daripada penyakit yang berhubungan dengan pencernaan manusia atau jantung dan berat badan 5. orang berpuasa hanya mendapatkan lapar saja TS orang berpuasa tidak hanya menahan lapar tetapi juga menahan dahaga dan juga nafsu seperti amarah juga mengajarkan kita akan kesabaran dan mengingat daripada orang miskin yang sering berpuasa dikarenakan tidak memiliki makanan atau pun uang
TANDA manusia mencintai Allah SWT salah satunya adalah Al-Khauf takut. “Mencintai Allah SWT akan menimbulkan rasa takut, khawatir dan cemas apabila kita jauh darinya.” Banyak yang mengaku telah mencintai Allah, tetapi masing-masing mesti memeriksa diri sendiri berkenaan dengan kemurnian cinta yang dimilikinya, tanda kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya. Menurut Imam al-Ghazali dalam Kimia-i Sa’adat menyebutkan setidaknya ada tujuh tanda atau bukti yang bisa membuktikan bahwa seorang hamba benar-benar mencintai Rabb-nya. Berikut adalah 9 Tanda manusia mencintai Allah SWT Tanda manusia mencintai Allah SWT Dia tidak membenci pemikiran tentang mati Ilustrasi, foto unsplash BACA JUGA Berikut 10 Kriteria Calon Suami yang Perlu Diketahui oleh Wanita Pertama, dia mesti tidak membenci pemikiran tentang mati. Karena tidak seorangpun yang mencintainya tidak ingin menemuinya. Memang mungkin saja orang yang ikhlas kepada Allah mungkin saja takut kematian jika merasa belum menyelesaikan persiapannya ke akhirat, tapi jika dia ikhlas dia akan rajin membuat persiapan-persiapan itu sehingga dia tidak akan takut mati, malah merindukan kematian itu sendiri sebab ia adalah wasilah bertemu Rabb-nya. Tanda manusia mencintai Allah SWT Ar-Rajaa perasaan harap Orang yang memiliki harapan adalah mereka yang memiliki masa depan. Tidak mungkin jika tidak punya harapan akan menggapai masa depan dengan mudah. Karena dengan harapan kita akan terus melangkah dan terus mengujarkan pada diri bahwa akan ada hari yang lebih baik setelah ini. “Allah dijadikan sebagai sumber harapan dan tempat bersandar. Jika menggantungkan harapan pada manusia kita akan merasa kecewa,” jelasnya. Tanda manusia mencintai Allah SWT Akan selalu mengorbankan kehendaknya di atas kehendak Rabb-nya Kedua, seorang hamba yang mencintai Rabb-nya mesti akan selalu mengorbankan kehendaknya di atas kehendak Rabb-nya. Dia akan berpegang erat kepada apa yang membawanya dekat kepada Allah Swt. serta menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa membuatnya jauh dari Allah. Tanda manusia mencintai Allah SWT Al-I’jaab kagum Berbeda dengan kagum pada manusia yang akan menimbulkan berbagai ekspektasi yang berbeda-beda. “Jika kita mencintai Allah, maka kita akan mengagumi kebesaranNya yang ada di alam semesta ini.” Tanda manusia mencintai Allah SWT Akan selalu menyebut sang terkasih Ketiga, orang yang mencintai biasanya akan selalu menyebut sang terkasih. Maka seorang hamba yang mencintai Rabb-nya akan senantia secara otomatis berzikir menyebut Allah meski di dalam hatinya. Sebab jika seseorang memang mencintai maka ia akan terus mengingat-ingat dan jika cintanya sempurna maka ia tidak akan pernah melupakannya. Dalam hadis Marfu’ dari riwayat Aisyah ra. Disebutkan. “Jika kita mencintai Allah maka kita akan sering berzikir, tapi pertanyaan apakah Allah yang kita cintai?” “Barang siapa yang mencintai sesuatu maka dia akan banyak menyebut tentangnya” Keempat, jika ia mencintai Allah otomatis diapun akan mencintai Alquran yang merupakan kalam-Nya dan Nabi Muhammad yang merupakan utusannya. Jika cintanya lebih kuat lagi maka ia akan mencintai semua manusia karena mereka semua adalah hamba Allah. Malahan cintanya akan meliputi semua makhluk, tumbuhan, binatang, dan lainnya. Sebab Allah akan mencintai seorang hamba yang mencintai semua karya cipta dan kalamnya. “Orang-orang yang menyayangi sesame akan disayangi oleh sang maha penyayang, sayangilah yang ada di bumi maka akan menyayangimu yang ada di langit” HR. Tirmidzi Tanda manusia mencintai Allah SWT Ar-Ridhaa rela Elvans mengatakan bahwa orang yang rela akan mau diperintah, diberikan posisi yang menyenangkan atau yang tidak menyenangkan dia akan menerimanya dengan ikhlas. Seperti hal yang sering kita ucapkan pada janji didikan subuh. Aku rela Allah tuhanku, aku rela Islam sebagai agamaku, aku rela Nabi Muhammad menjadi idolaku. Berbeda jika rela pada orang lain. Hal sederhana dalam kerelaan adalah jika diberi nikmat maka akan bersyukur dan jika diberikan musibah akan bersabar. Di dunia tidak ada satu pun milik kita. Orang yang tidak memiliki rasa rela, jika kehilangan sesuatu dia akan merasa kecewa. “Pada bulan Ramadhan ini, kita rela menahan hal yang membatalkan puasa pada siang hari, walaupun masih ada yang tidak rela,” jelasnya. Tanda manusia mencintai Allah SWT Tamak ber-uzlah untuk beribadah kepada Allah Kelima, ia akan tamak ber-uzlah untuk beribadah kepada Allah. Dia akan merindukan datangnya malam karena ingin segera bermunajat kepada Allah, sebab pada pada pertengahan malam adalah waktu terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya, karena itu adalah waktu di mana Allah akan turun ke langit bumi dan mendengarkan doa orang-orang yang berdoa kepadanya. Tanda manusia mencintai Allah SWT At-Tadhiyah berkorban ilustrasi, foto unsplash BACA JUGA Berikut 9 Kriteria Calon Istri yang Perlu Diketahui oleh Pria Berkorban itu salah satu bentuk dari cinta. Jika kita ingin diketahui dunia bahwa sedang mencintai sesuatu, maka kita akan melakukan pengorbanan. “Apabila cinta pada Allah, maka kita akan siap berkorban.” Hal ini terdapat dalam surat Al-baqarah ayat 207 yang artinya Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah dan Allah maha Penyantun kepada hamba-hambaNya. [] SUMBER GANTO BINCANGSYARIAH