Kisah Para Rasul 5:12–16 (Bacalah petikan tulisan suci ini bersama anggota kelas, dan tuliskan sebuah judul artikel bersama-sama.) Kisah Para Rasul 5:17–23 (Mintalah siswa untuk membaca petikan ini dengan seorang rekan dan menuliskan sebuah judul artikel. Ajaklah beberapa pasangan untuk berbagi judul artikel mereka dengan anggota kelas.) Filmyang mengisahkan kejadian-kejadian penting dalam Kitab Kisah Para Rasul di mana penyebarluasan kabar baik yang dibawa Yesus gencar dilakukan oleh para murid dan pengikut-Nya. Kisah Para Rasul 12 Kisah Para Rasul 13 Kisah Para Rasul 14 Kisah Para Rasul 15 Kisah Para Rasul 16 Kisah Para Rasul 17 Di sini Yesus melakukan tugas kenabian-Nya melalui Roh Kudus, rasul-rasul-Nya, hamba-hamba-Nya dan orang-orang Kristen (Yohanes 14:26 16:12-15 Kisah Para Rasul 1:8). Sekarang kita lihat Kisah Para Rasul 1: 1: “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus”. Kisah Para Rasul 1:1-14 TB Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Act/ Kisah Para Rasul 1:12-14. Act 1:12 Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Act 1:13 Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas 1 Kisah Para Rasul 2 (disingkat Kis 2) adalah pasal kedua Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ditulis oleh Lukas, seorang Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Paulus.[1][2] 2. Mereka mulai berkata-kata dalam bahasa lain, mereka penuh dgn roh kudus. Petrus berkotbah. Buka aja Kisah Para Rasul 2 : 14-36. Mintalah narator untuk membacakan Kisah Para Rasul 12:7–10 dengan Ajaklah siswa untuk membaca Kisah Para Rasul 1:13 dalam Kisah Para Rasul 8:14 KisahPara Rasul mengisahkan perpaduan tindakan ilahi dengan tindakan manusia. Seluruh gereja, bukan hanya para rasul, ikut "menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil" ( Kis 8:4 ). Para diaken seperti Stefanus dan Filipus ( Kis 6:1-6) menjadi perkasa di dalam Roh Kudus dan iman, "mengadakan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda di Selamamempelajari Kisah Para Rasul 4: 12 beberapa hari ini, kita telah belajar bahwa ada banyak agama di dunia dan tidak semua agama itu membawa kita masuk surga. Bahkan, Kisah Para Rasul 4:12 menyatakan bahwa keselamatan datangnya dari Yesus seorang. 8:24; 14:6; 17:3; 1 Timotius 2:5; dan 1 Yohanes 4:1-3. Mempercayai ini semua, tentu saja Kisah Para Rasul 4:12 Konteks 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga 1 selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. l " m4unQHN. Menanti kadang menjengkelkan, apalagi menanti tanpa kepastian. Menunggu katanya hal yang membosankan, apalagi menunggu tanpa kejelasan. Tapi para murid Yesus menanti janji Tuhan yang pasti. Yang sedang ditunggu, itu jelas dan pasti yaitu Roh Kudus. Para murid tidak menanti janji Tuhan dengan bertopang dagu, mereka tidak berdiam diri atau mengurung diri. Mereka menanti janji Tuhan dengan penuh semangat dan mereka bertekun dengan sehati dalam doa. Tema Khotbah kita hari ini adalah “Bertekun dengan sehati dalam doa”. Para murid mengalami proses perubahan. Saat kematian Yesus, mereka putus asa, ketakutan, kehilangan harapan dan tercerai berai. Saat Yesus terangkat ke Sorga mereka terpaku menatap ke langit. Mereka meminta Yesus memulihkan kerajaan bagi Israel. Tapi sesudah Yesus terangkat ke Sorga, para murid diubahkan lagi secara total. Para murid itu kembali ke Yerusalem, baik laki – laki maupun perempuan menjadi sehati. Mereka sehati dalam hal apa? Bukan dalam hal melawan pemerintah Romawi, bukan dalam hal menunjukan kehebatan kepada pemimpin Yahudi. Tapi mereka sehati bertekun dalam doa. Kata bertekun Yunani “proskatereo” artinya rajin, bersungguh – sungguh, menghabiskan banyak waktu. Jadi mereka satu hati, memanfaatkan waktu untuk saling mendoakan, saling menasihati, saling menguatkan. Masa menanti janji Tuhan adalah masa aktif, masa berbuat, masa berdoa, masa bertindak dan mereka beroleh kekuatan baru dalam persekutuan yang bertekun dengan sehati dalam doa. Apa pelajaran dari sikap para murid bagi orang percaya di masa kini? Mari menjadi persekutuan yang sehati. Sehati artinya bersatu hati. Seia sekata mencapai tujuan. Zaman ini, kesehatian semakin luntur dan pudar. Banyak rumah tangga Kristen yang hancur karena suami isteri tidak lagi sehati. Bersama tetapi tidak sehati. Persekutuan semakin suam karena kita sibuk dengan hal – hal dunia ini dan mengabaikan ibadah – ibadah. Konflik berkepanjangan dalam Gereja karena kurang rendah hati. Firman Tuhan menegor kita, Kristus menghendaki kita menjadi satu hati. Sehati bekerja membangun Gedung Serba Guna. Sehati melayani Tuhan. Sehati melaksanakan program – program pelayanan. Mari menjadi persekutuan yang bertekun dalam doa. Doa adalah nafas kehidupan. Bertekun dalam doa harus menjadi gaya hidup orang beriman. Bertekun dalam doa berarti memberi tempat terpenting bagi doa dalam hidup pribadi, keluarga dan kehidupan berjemaat. Tetap berdoa dan beriman dalam keadaan apapun yang dialami. Bukan hanya berdoa tetapi juga bekerja dengan tekun dan setia. Ada satu pemuda, namanya Aco. Dia seorang yang malas tapi mempunyai khayalan yang tinggi. Aco ingin menjadi orang kaya. Ingin memiliki banyak uang tetapi tidak mau bekerja. Dia berpikir karena Tuhan itu Maha Kuasa jadi cukup berdoa saja maka keinginannya terwujud. Jadi Acopun berdoa “Ya Tuhan, jadikan aku orang yang cuma dengan Kipas-Kipas saja uang mendatangiku!” Tuhan kabulkan doanya, Aco adi TUKANG SATE. Aco tidak puas, betul bahwa kerjanya kipas-kipas lalu uang datang dari pembeli. Tapi tidak langsung jadi kaya dan punya banyak uang. Maka Aco berdoa lagi “Ya Tuhan, jadikan aku orang yang hanya dengan duduk goyangkan kaki bisa dapat uang”. Kemudian si Aco jadi TUKANG JAHIT. Ah ternyata itu bukan yang Aco mau, dia berdoa lagi “Ya Tuhan.. jadikan aku orang yang hanya dengan duduk diam uang mendatangiku…!” Tuhan langsung jawab doanya, Aco jadi PENJAGA WC UMUM DI TERMINAL. Aco berkeluh “Aahhh apa Tuhan ini salah mengerti?” Toh Aco masih penuh harapan dan berdoa lagi. “Ya Tuhan, kali ini saja jadikan aku orang yang bisa memerintah orang kaya dan mengatur orang – orang kaya dengan leluasa. Tuhan menjawab, Aco JADI TUKANG PARKIR. Aco protes “Aduuh Tuhan, kenapa salah terus? jadikan hamba-Mu ini seorang yang Punya Banyak Pengikut, kemana pun hamba-Mu ini melangkah, pengikutku selalu mentaatiku. Dan Acopun menjadi GEMBALA BEBEK. Astaga masih salah lagi, si Aco masih belum puas, dia berdoa lagi. “Ya Tuhan, tolonglah, terakhir ini jadikan hambamu ini seorang yang senantiasa dikelilingi wanita-wanita!” dan Acopun menjadi TUKANG SAYUR KELILING. Tuhan menjawab doanya tapi bukan menurut keinginannya. Aco menjadikan doa seperti Kartu ATM, begitu dimasukan di mesin, pencet angka saja dan uang keluar. Seringkali kitapun tidak ada bedanya dengan Aco. Kita terus meminta dan meminta. Kita ingin Tuhan selalu memenuhi keinginan kita. Baik Aco maupun kita sekalian, mesti belajar mengubah cara pikirnya tentang doa. Jadi Acopun berdoa lagi “Ya Tuhan, Ampunilah saya. Saya tidak memohon yang muluk – muluk lagi. Ajarlah aku mensyukuri hidup dan kerja yang Tuhan berikan sekarang”. Jawaban doa sering berbeda tapi dengan berdoa maka kita kuat, kita tahan uji, jika kita bersandar penuh kepada Allah. Dalam masa-masa menjelang perayaan Pentakosta marilah kita meneladani para murid Yesus dengan bertekun dan bersekutu dalam doa. Berdoa dan juga bekerja. Seperti para murid yang menanti janji Tuhan. Gereja juga sedang dalam masa penantian. Kita sedang menantikan Kristus yang akan datang kembali pada kali yang kedua. Sekarang jemaat – jemaat di Waropen sedang menantikan berkat besar, agenda Tuhan di Waropen, Sidang Sinode XVIII. Apa yang kita lakukan? Menanti dengan bersantai saja? Menjadi seperti Aco, hanya berdoa saja tanpa bekerja? Tidak saudaraku. Mari kita menjadi pribadi – pribadi, keluarga – keluarga, dan persekutuan yang semakin aktif, semakin giat bersekutu, bersaksi dan melayani. Kerja dengan penuh semangat dalam Pembangunan dan usaha dana yang dilakukan. Kita berdoa memohon pertolongan Tuhan tapi kita mengerjakan bagian kita dalam iman dan Tuhan mengerjakan bagian Tuhan dengan cara Tuhan. Yang pasti Bpk/Ibu, jika kita bertekun dalam doa, bekerja dengan iman maka mujizatNya terjadi. Milikilah semangat dan kekuatan dalam persekutuan yang sehati dan tekun berdoa. Selamat Hari Minggu, Tuhan memberkati. Amin. Ayat Alkitab Kisah Para Rasul 112-14Judul Renungan; Mereka Bertekun Berdoa BersamaKisah Para Rasul 112-14 TB Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara misi Allah ada di dalam hati kita, inilah yang harus benar-benar kita lakukan, yaitu bertekun dalam doa. Baik itu doa pribadi, mau pun doa yang dilakukan dalam komunitas, doa-doa yang berpusat pada pekerjaan Allah, pada Injil, pada kasih karunia bagi jiwa Anda dan saya dan bagi jiwa orang-orang yang sedang dilayani. Bahwa tujuan dari persekutuan ini adalah kesatuan hati yang berpusat pada kebesaran dan kemuliaan Allah yang ada di dalam Kristus. Para murid menantikan janji Kristus, menantikan kedatangan penyertaan-Nya untuk kehidupan yang lebih bermakna. Di dalam kuasa dan kebesaran penyertaan Kristus, inilah yang sebaiknya ada pada kita ketika kita telah menyadari bahwa hidup kita di dalam Kristus, telah menjadi hamba dengan Anda dan saya hari ini, kita telah dibebaskan dari hukuman dosa, kita bukan lagi hamba dosa, kita bukan lagi budak dari dosa. Kita adalah hamba Kristus yang menaruh harapan kita pada kasih Kristus, kita percaya pada perintah Kristus, kita terus hidup dan rindu untuk berjalan di dalam kehendak Yesus. Kita mematikan dosa yang ada di dalam diri untuk melakukan apa yang Kristus inginkan. Semua yang baik, benar dan memberikan harapan baru dalam kehidupan ini, merupakan kasih karunia yang melimpah-limpah berasal dari Tuhan saja. Bersama-sama orang-orang sehati, untuk berdoa, untuk membawa setiap pergumulan di hadapan Allah, ini adalah doa penyerahan diri kepada Dia. Bahwa Allah berkuasa untuk menyertai kita di dalam visi-Nya yang bersifat dan bernilai kekal. Yesus sendiri berjanji bahwa kepada-Nya telah diberikan kuasa, kuasa penyertaan Allah hanya kita dapatkan melalui Roh Kudus yang ada di dalam kita, ketika Anda dan saya percaya kepada Kristus di dalam kita Roh Kudus berdiam Kudus yang menginsapkan kita dari dosa, Roh Kudus yang membuat kita bertobat, Roh Kudus yang membawa kita untuk selalu percaya kepada Yesus. Roh Kudus, merupakan Pribadi Allah yang lemah lembut, yang selalu menyertai kita, Dialah yang Yesus janjikan tentang damai sejahtera yang akan diperoleh ketika hidup kita tertuju pada Allah untuk mengenal Dia dan melayani Dia. Di dalam persekutuan yang saling mengasihi satu sama hati inilah yang membawa kita untuk dapat bersama-sama berdoa, bagi kemajuan Injil. Bahwa melalui kita, melalui para utusan, melalui setiap orang yang Allah karuniakan sebagai bagian dari tubuh Kristus, kita dapat bersama-sama melayani. Pelayanan yang bukan lagi tentang saya, melainkan tentang Kristus, tentang kasih-Nya, tentang salib-Nya tentang menantikan kuasa-Nya Kristus pertama-tama mengubahkan Anda dan saya, untuk memiliki watak yang baru, untuk tidak lagi hidup berdasarkan perasaan. Malainkan berdasarkan firman Tuhan, berdasarkan Injil kasih karunia Allah. Ketika Anda dan saya diubahkan seperti para murid, kita melakukan pelayanan dengan benar, kita menyadari setiap pelayanan yang diberikan, diawali dengan doa. Ketika kita berdoa kita sadar bahwa pekerjaan pemberitaan Injil bukan lagi tentang kita, melainkan tentang Yesus, tentang Dia yang harus diberitakan dan tentang yang telah disalibkan, menerima dosa dan kutuk hukuman dosa kita, Yesus yang telah hidup sebagai seseorang yang sempurna benar. dijadikan terkutuk, dijadikan dosa, agar kita yang binasa diselamatkan. Ketika kita percaya, ketika kita menjadi murid Yesus, belajar kepada Yesus, bersekutu dengan Yesus, terus hidup merindukan Dia di dalam keseharian kita. Yesus inilah yang menyatukan kita dengan sesama kita, hubungan dipulihkan sehingga bersatu hati berdoa. Untuk kemajuan pemberitaan melalui renungan ini, Anda dapat melihat dan merenungkan bagaimana Injil masuk ke dalam setiap cara berpikir seseorang. Ia melihat Yesus yang disalibkan, Yesus yang bangkit dan Yesus yang memberikan mandat. Untuk dikerjakan, bahwa pekerjaan itu bukan semata-mata kita yang kerjakan. Dia menyertai kita sampai akhir zaman. Jadi datanglah pada Kristus, hiduplah seperti yang Dia kehendaki, teruslah bertekun dalam firman dan doa-doa baik itu doa pribadi dan pasa-pasal berikutnya Lukas menuliskan bagaimana Injil tersebar, jadi teruslah bersama saya merenungkan Kisah Para Rasul. Di dalam blog ini. Segala pujian hanya bagi Allah saja. Amin. 1 1Teofilus yang budiman,Di dalam bukuku yang pertama sudah kuterangkan semuanya yang dilakukan dan diajarkan oleh Yesus sejak Ia mulai pekerjaan-Nya, Luk. 11-4 2sampai pada hari Ia diangkat ke surga. Sebelum Ia naik ke surga, dengan kuasa Roh Allah Ia memberi petunjuk-petunjuk kepada rasul-rasul-Nya yang terpilih. 3Sesudah Ia mati, selama empat puluh hari Ia sering menunjukkan dengan cara yang nyata sekali kepada rasul-rasul itu bahwa Ia sungguh-sungguh hidup. Mereka melihat Dia, dan Ia berbicara dengan mereka mengenai bagaimana Allah memerintah sebagai Raja. 4Dan pada waktu Ia berkumpul bersama mereka,14 pada waktu Ia berkumpul bersama mereka ketika mereka berkumpul; atau ketika Ia makan bersama mereka. Ia memberi perintah ini kepada mereka, “Jangan pergi dari Yerusalem. Tunggu di situ sampai Bapa memberikan apa yang sudah dijanjikan-Nya, yaitu yang sudah Kuberitahukan kepadamu dahulu. Luk. 2449 5Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi beberapa hari lagi kalian akan dibaptis dengan Roh Allah.” Mat. 311; Mrk. 18; Luk. 316; Yoh. 133Yesus diangkat ke surga 6Ketika rasul-rasul itu berkumpul bersama-sama dengan Yesus, mereka bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apakah sekarang Tuhan mau mendirikan kembali Pemerintahan bangsa Israel?” 7Yesus menjawab, “Bapa-Ku sendiri yang menentukan hari dan waktunya. Itu tidak perlu kalian ketahui, sebab itu hak Bapa. 8Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu. Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.” Mat. 2819; Mrk. 1615; Luk. 2447-48 9Sesudah Yesus berkata begitu, Ia diangkat ke surga di depan mata mereka, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka. Mrk. 1619; Luk. 2450-51 10Sementara mereka masih memandang ke langit, sewaktu Yesus terangkat, tiba-tiba dua orang berpakaian putih berdiri di sebelah mereka. 11“Hai, orang-orang Galilea,” kata kedua orang itu, “mengapa kalian berdiri saja di situ memandang ke langit? Yesus, yang kalian lihat terangkat ke surga itu di hadapan kalian, akan kembali lagi dengan cara itu juga seperti yang kalian lihat tadi.”Pengganti Yudas 12Kemudian rasul-rasul itu kembali ke Yerusalem dari Bukit Zaitun. Bukit itu terletak kira-kira satu kilometer jauhnya dari Yerusalem. 13Di Yerusalem mereka pergi ke rumah tempat mereka menumpang, lalu naik ke kamar yang di atas. Rasul-rasul itu, yaitu Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus anak Alfeus, Simon Patriot dan Yudas anak Yakobus; Mat. 102-4; Mrk. 316-19; Luk. 614-16 14semuanya selalu dengan sehati berkumpul untuk berdoa. Mereka berdoa bersama wanita-wanita termasuk Maria ibu Yesus, dan bersama saudara-saudara Yesus. 15Pada suatu hari, ketika mereka sedang berkumpul - ada kira-kira seratus dua puluh orang yang hadir - Petrus berdiri untuk berbicara. Ia berkata, 16“Saudara-saudara! Apa yang tertulis di dalam Alkitab, itu harus terjadi. Dahulu melalui Daud, Roh Allah sudah bernubuat tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. 17Yudas adalah salah seorang dari kita, dan ia sudah dipilih juga untuk ikut bekerja bersama-sama dengan kita.” 18Yudas ini sudah mendapat tanah kuburannya dari upah pengkhianatannya yang jahat. Ia jatuh dan mati dengan perutnya terbelah sampai isi perutnya keluar semuanya. Mat. 273-8 19Semua orang yang tinggal di Yerusalem tahu tentang hal itu. Itu sebabnya dalam bahasa mereka, mereka menamakan tanah itu Akeldama, yang berarti Tanah Darah’. 20“Karena di dalam buku Mazmur ada tertulis begini,Biarlah tempat tinggalnya menjadi sunyi;jangan seorang pun tinggal di dalamnya.’Ada tertulis begini juga,Biarlah kedudukannya diambil orang lain.’ Mzm. 6926, 1098 21-22Sebab itu, harus ada seseorang yang ikut dengan kita menjadi saksi bahwa Tuhan Yesus sudah hidup kembali dari kematian. Orang itu haruslah salah seorang dari antara orang-orang yang selalu bersama-sama dengan kita pada waktu kita mengikuti Tuhan Yesus ke mana-mana, sejak Yohanes mulai membaptis121-22 sejak Yohanes mulai membaptis atau sejak Yohanes membaptis Dia. sampai pada waktu Yesus diangkat ke surga dari tengah-tengah kita.” Mat. 316; Mrk. 19, 1619; Luk. 321, 2451 23Maka orang-orang yang hadir di situ menyarankan dua orang, yaitu Yusuf yang disebut juga Barsabas ia disebut Yustus juga, dan Matias. 24-25Lalu mereka berdoa. Mereka berkata, “Tuhan, Engkau tahu hati semua orang. Yudas sudah jatuh dari jabatannya sebagai rasul dan sudah mati. Jadi tunjukkanlah kepada kami, siapa dari kedua orang ini yang Tuhan pilih untuk diberi tugas itu menggantikan Yudas.” 26Sesudah itu kedua nama itu diundi, lalu undian jatuh pada Matias. Jadi ia diangkat menjadi rasul untuk turut bersama-sama dengan kesebelas rasul yang lainnya. Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini © Indonesian Bible Society, Selebihnya Tentang Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini